WARTAWAN PADANG

Hal ihwal tentang Sumatra Barat

Bank Nagari Jadi Naga!


Bermula dari Rp5 juta, setelah lebih 40 tahun menggelembung menjadi Rp264 miliar. Begitu perjalanan modal Bank Nagari yang semula bernama BPD (Bank Pembangunan Daerah) Sumatra Barat itu.Jika itu disebut sebagai sebuah progres, maka di dalamnya terdapat sebuah fakta bahwa bank tersebut sudah membuktikan bidal lama sedikit demi sedikit lama-lama jadi bukit.
Ada bukti sebuah perjuangan yang keras dan gigih dari para pengelola dan pemiliknya untuk membawa bank ini menjadi satu dari sedikit anggota barisan  20 bank daerah dengan kinerja baik. Dan perjuangan itu sudah belangsung bertahun-tahun.
Maka harap dicatat pula bahwa Bank Nagari saat ini menjadi sepertiga bagian dari total aset perbankan Sumatra Barat (per tahun 2006 total aset perbankan Sumbar Rp15,46 triliun, versi BI)Ini menunjukkan kepada masyarakat Sumatra Barat bahwa tekad para pemrakarsa dan penidiri Bank Nagari (d/h BPD Sumbar) tahun 1962 itu untuk menjadi besar sedikit demi sedikit sudah dibuktikan.
Para bankir yang bermarkas di Jl Pemuda Padang itu sudah membawa Bank Nagari dari hanya sekedar nobody menjadi somebody. Bank Nagari kini menjadi perhitungan dunia perbankan.
Maka timbul pertanyaan apakah Bank Nagari sudah memberikan kontribusi setara dengan kontribusi masyarakat? Jawabnya, lihat saja dari angka-angka total kredit perbankan Sumbar versi BI tahun 2006. Perbankan Sumbar menyalurkan kredit Rp10 triliun lebih. Hampir sepertiganya ternyata merupakan kredit yang disalurkan oleh Bank Nagari.Sebaliknya dilihat dari trust yang diberikan masyarakat kepada Bank Nagari untuk mempercayakan dana mereka ternyata tidaklah mengecewakan. Ada Rp10 trilunan lebih dana masyarakat disimpan di berbagai bank Sumatra Barat. Dari jumlah itu sekitar 42 persen dipercayakan masyarakat ke Bank Nagari. *** 

Introduksi yang merupakan good news tersebut di atas kita dapat meraba bahwa kinerja sebuah bank yang didasarkan pada angka-angka (disamping ada lagi yang lain seperti rasio pinjaman terhadap aset, tingkat kredit macet dan sebagainya) yang dari tahun ke tahun terus meningkat.Dari waktu ke waktu, bankir Bank Nagari senantiasa mengekspose kepada publik bahwa bank ini sudah tumbuh sehat. Bahkan sejumlah award yang mengukuhkan prestasi-prestasi turut menguatkannya.Tahun ini, Bank Nagari mulai menalu genderang untuk berkompetisi lebih gigih lagi dengan seluruh bank yang ada di Sumatra Barat maupun di
Indonesia.
Para pemilik maupun para bankir memilih starting pointnya pada perubahan status. Dari sebuah Perusahaan Daerah menjadi Perseroan Terbatas (PT).
Dirut Bank Nagari Nazwar Nazir sudah beberapa kali membuat pernyataan akan menjadi bank pelat merah milik daerah ini menjadi bank naga (dalam huruf kecil). Itu juga diaminkan oleh Rusdi Lubis sebagai seorang Badan Pengawas.Kata ‘naga’ di sini tidak berarti nama, tetapi merupakan sebuah elan vital agar bank ini menggeliat makin dahsyat. Beda dong geliat belut apalagi cacing dibanding geliat naga. Sebagai sebuah jargon untuk menyentak semangat semua slagorde Bank Nagari, pernyataan Nazwar Nazir itu bolehlah.Memang semestinyalah Bank Nagari seperti itu. Apalagi sudah pula dimunculkan apa yang dimaktubkan dalam tema ulang tahunnya pada 2007 ini: Paradigma Baru Bank Nagari. Ini semakin mempertegas bahwa menjadi seekor naga adalah sebuah misi, sedang membangun pradigma baru adalah sebuah visi.Okelah. Dalam hal bakali-kali 

Dana Pihak Ketiga (DPK) pun mengalami kenaikan yang sangat signifikan yaitu naik sebesar 75 persen menjadi Rp4,39 Trilliun, dibandingkan DPK tahun lalu yang hanya Rp2,49 Trilliun. Dari total DPK perbankan Sumbar yang berjumlah sekitar Rp10,52 Trilliun tersebut, share Bank Nagari telah mencapai hampir separohnya yakni 41,69 persen. Dan itu berarti, bahwa hampir separoh dari nasabah perbankan di Sumbar mempercayakan dananya pada Bank Nagari.

Hingga saat ini Bank Nagari telah memiliki jaringan kantor sebanyak 73 unit yakni 1 kantor pusat, 25 kantor cabang, 18 kantor cabang pembantu, 28 kantor kas yang tersebar di seluruh Sumbar, Jakarta dan Pekanbaru. Sebanyak 34 unit ATM dengan layanan 24 jam yang tersambung ke 10.000 terminal ATM Bersama di seluruh
Indonesia dengan 54 bank lainnya.

Serta telah tersambungnya semua kantor dengan sistem online sehingga transaksi antar cabang/kantor bank yang sahamnya sebanyak 41,83 persen adalah milik pemerintah provinsi Sumbar, 19,40 persen milik pemerintah kota, 36,90 persen milik pemerintah kabupaten, 0,45 persen milik pemerintah nagari dan 1,42 persen dimiliki koperasi karyawan Bank Nagari tersebut, dapat dilakukan dengan cepat.

Iklan

Juni 3, 2007 - Posted by | ekonomi

1 Komentar »

  1. ide yang bagus apabila bank nagari menambah kegiatan dalam hal dLm kegiatan niaga.KARNA HAL ITu AMAT SANGAT MEMBANTU MASYARAKAT GOLONGAN EKONOMI MENENGAH KE BAWAH DAN LEMAH dalam mengatasi masalah keuangan dam pemenuhan kebutuhannya.dalam hal ini tentunya masyarakat akan merasa terkurani bebannya dalam hal pemenuhan kebutuhan yang belakangan ini terjadi peningkatan harga di pasaran,karena masyarakat jugu sudah mengetahui bahwa bank nagari melakukan suatu ide yang selalu mendukung dan membantu masyarakat dalam meringankan beban.SUKSES BANK NAGARI

    Komentar oleh rifal dirwanto | Oktober 21, 2008 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: