WARTAWAN PADANG

Hal ihwal tentang Sumatra Barat

MEROKOK DI SINGAPURA


Pergalaskanlah’ Apa Saja di Singapura, tapi Jangan Rokok

MENJUAL habis-habisan Singapura memang target utama pemerintah negeri itu. Maka peran sentral STB kian terasa. Sampai-sampai setiap keluhan pendatang di Singapura dicari tahu oleh pihak STB.
Saya mengatakan kepada Juliana Khoo, tentang perilaku imigrasi Singapura bila kita masuk lewat pintu Johor Bahru. Ada kesan (entahlah kalau wajah saya dikira mirip teroris) tiap pemegang paspor Indonesia lebih lama di skerining di pinto Johor Bahru itu. Perlakuan itu jauh berbeda dengan kalau kita masuk lewat pintu Changi. Langsung keluhan saya dimasukkan ke dalam file Outlook Expres milik Juliana di dalam notebook Compac di mejanya. “Saya akan sampai ke imigrasi soal perlakuan itu. Tapi saya yakinkan Anda bahwa itu hanya eksiden (kejadian luar biasa) saja dan tak pernah jadi agenda imigrasi Singapura,” katanya meyakinkan saya.
Juliana boleh berkelit. Bahwa tahun 2003 misalnya, seorang pegawai Imigrasi Singapura yang bertugas di terminal ferri World Trade Center (WTC) diberitakan sering melecehkan pemegang paspor Indonesia. Seakan-akan tidak ada peraturan baku, tetapi dengan melihat penampilan maka seseorang dengan enteng dapat ditolak dan langsung disuruh balik ke Batam.(Kompas, 26/8/2003)
Kepala Kantor Imigrasi Batam, Danny H Kusumapraja ketika itu mengakui, banyak WNI yang dilecehkan karena dipaksa untuk menunjukkan isi dompetnya di depan orang banyak. Akibatnya, masuk Singapura sepertinya dikomersialkan menjadi tempat untuk orang-orang yang berduit saja.
Dari data Kantor Imigrasi Batam diketahui sedikitnya 4.831 orang WNI pada tahun 1998 yang ditolak pegawai Imigrasi Singapura, sementara untuk tahun 1999 hingga bulan Juni sudah tercatat 2.601.
Okelah Ncik! Yang jelas dari hari ke hari kejadian-kejadian itu tidak mengurangi kenekatan orang Indonesia datang ke Singapura. Padahal, hari-hari ini, justru perjuangan orang Indonesia kian berat saja di sana. Masalahnya, rata-rata yang datang adalah ‘juru hisab’ alias kaum perokok. Sementara hari ini Singapura kian gencar mengampanyekan gerakan antirokok.
Jika Anda datang ke kawasan belanja Orchard Road saat-saat Great Singapore Sale sekarang ini, jangan terkejut bila melihat banyak orang yang memakai T shirt bertuliskan Nice Lungs atau paru-paru sehat. Mereka merupakan bagian dari kelompok kampanye Quit Crew – yang dikerahkan oleh Badan Promosi Kesehatan Singapura – guna mengkampanyekan cara hidup sehat dan sedapat mungkin menjauhi rokok. Artinya, pergalaskanlah apa saja di Singapura, tapi jangan rokok.Dalam siaran Radio Singapura Internasional, kemarin Choo Lin – yang menjadi ketua pelaksana kampanye Quit Smoking menjelaskan latar belakang dilaksanakannya pendekatan baru itu. Menurut Choo Lin, kampanye untuk berhenti merokok terasa lebih relevan jika ditujukan kepada kalangan remaja. Oleh karena itu – jelasnya – kampanye baru ini memang dititik-beratkan pada manfaat yang akan dirasakan kaum remaja jika mereka bisa menghentikan kebiasaan merokok. Selain kampanye di Orchard Road, para relawan juga melakukan kampanye itu dengan mendatangi kantor-kantor dan mendorong karyawan di tempat-tempat itu untuk memilih hidup sehat. Cara yang dilakukan juga cukup menarik yaitu membagikan buah-buahan dan permen kepada mereka. Sebetulnya kampanye anti merokok di Singapura itu sendiri kini sudah dilaksanakan selama 20 tahun. Selama satu bulan ke depan 150 apotik di Singapura akan memberi konsultasi gratis kepada warga Singapura yang ingin berhenti merokok. Sebaliknya, STB malah mempromosikan rumah sakit Singapura. Berbagai rumah sakit yang ikut dalam GSS sebelum ini malah sudah datang langsung ke Indonesia untuk berpromosi. Jadi tak hanya mal yang mendatangkan dolar bagi negeri Engkong Lee Kwan Yew ini, tapi rumah sakitpun dipergalaskan. Agar udara jadi asri dan rumah sakit benar-benar hygenis, maka rokok diperangi habis-habisan. Salah bawa rokok (melebihi sebungkus) Anda akan berperkara dengan petugas imigrasi.
Seorang dokter Singapura, Dr. Camilla Wong sebagaimana dikutip Radio Singapura Internasional mengatakan bahwa ke Singapura bisa membuat orang berhenti merokok. Ketua Persatuan Apoteker Singapura itu mengatakan, jumlah warga yang memutuskan berhenti mengisap rokok cenderung meningkat. Caranya, ada apotek yang dimasukkan dalam program GSS untuk menunjang kampanye antirokok. Apotek tadi memberikan konsultasi gratis bagaimana caranya berhenti merokok.Dokter Camilla Wong menambahkan bahwa menurut data yang ada, tingkat keberhasilan dari program konsultasi di sebuah rumah sakit di Singapura sangat menggembirakan, yaitu sekitar 25 persen. (eko yanche edrie)

Iklan

Mei 5, 2006 - Posted by | wisata

2 Komentar »

  1. That is a good tip particularly to those fresh to the blogosphere.

    Short but very accurate info… Thanks for sharing this one.
    A must read article!

    Komentar oleh buy best steroids | April 18, 2013 | Balas

  2. Appreciating the time and energy you put into your website and
    detailed information you present. It’s nice to come across a blog every once in a while that isn’t the same old rehashed material.
    Wonderful read! I’ve saved your site and I’m
    including your RSS feeds to my Google account.

    Komentar oleh prohormone | Juni 22, 2013 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: