WARTAWAN PADANG

Hal ihwal tentang Sumatra Barat

KOMUNIKASI BERGERAK DI INDONESIA


  • MASA DEPAN TEKNOLOGI
    KOMUNIKASI BERGERAK DI INDONESIA

    Tidak Lagi Sekedar Bening, tapi Content!Kalau mahapatih Gajah Mada hari ini masih hidup, ia akan tercengang-cengang melihat nusantara yang luas ini ternyata tak memerlukan ‘pangkal lengan’ yang besar dan banyak guna mempersatukannya.

    Jarak dari Jakarta ke Jayapura atau dari Sorong ke Tapak Tuan hanya seujung jempol tangan. Orang-orang saling terhubung dengan telekomunikasi bergerak. Bahkan sambil duduk di atas closet pun! Semuanya dikendalikan dengan jempol tangan belaka.
    Inilah babakan berikutnya dari cerita pertelekomunikasian. Setelah bergerak dari komunikasi kabel analog ke digital, lalu dari kabel ke nirkabel, lalu dari radio biasa ke seluler dan kini dari GSM ke generasi ketiga. Kecepatan laju pergerakannya sangat tak terduga dan terperkirakan. Dari segala hal, mulai dari infrastrukturnya sampai ke perangkat yang digunakan. Kemarin kita masih bangga-bangganya menggunakan ponsel yang mampu mengirim gambar hidup, besok teknologi itu bisa jadi akan ketinggalan.
    Penggunaan teknologi bergerak benar-benar mengalami pertumbuhan yang luar biasa. Baik dari sisi pengguna maupun dari sisi produsen yang terus menerus meyakinkan pengguna dengan inovasi-inovasinya. Sementara para operator yang menjadi pemain utama dalam bisnis teknologi bergerak ini juga sama gilanya dengan para operator yang terus menerus pula meningkatkan kemampuan layanannya.
    Kolaborasi produsen perangkat dengan operator kian hari kian erat. Keduanya bak aur dengan tebing saling menghidup dan saling dukung mendukung. Sementara para pengguna dari hari ke hari terus menerus menerima kemanjaan.
    Operator bersaing untuk memberikan segala kemudahan. ProXL memberikan janji ‘bening sepanjang nusantara’ Telkomsel menggaransi bebas roaming nasional, Indosat menjual ‘sinyal kuat’. Belum lagi antaroperator juga saling memberikan janji tarif murah. Pokoknya semuanya ditujukan untuk kenyamanan berkomunikasi bagi semua pengguna.
    Teknologi yang mengantarkan pesan, data dan gambar juga kian hari kian berkejaran sesamanya. Tadinya teknologi komunikasi bergerak hanya pada batas generasi kedua. Misalnya GSM hanya mampu mengantar komunikasi terbatas pada suara. Setelah itu bergerak menuju pengantaran pesan pendek yang dikenal dengan SMS. Dan fakta kemudian menunjukkan bahwa inovasi belum selesai sampai di situ, giliran pesan dengan gambar (MMS) berkembang.
    Suduh cukup puasa? Belum! Generasi terakhir layanan komunikasi bergerak makin meluas perkembangannya. Dari hanya suara, data dan gambar kini sudah menjadi layanan e-mail, akses internet, videofon bahkan menjadi video streaming.
    Para pengguna juga mengiringi kemajuan teknologi yang dibuat vendor dan layanan baru operator. Orang rame-rame melakukan migrasi ponselnya dari yang tidak bisa menerima layanan baru menjadi ponsel yang bisa menerima layanan baru.
    Sebuah pertanyaan yang bisa dianggap pertanyaan usil: “apakah masa depan teknologi bergerak akan cerah, atau bisnis teknologi komunikasi bergerak hanya akan semusim saja?”
    Pertanyaan itu disebut pertanyaan usil, lantaran jawabannya sudah di depan mata. Bahwa teknologi komunikasi bergerak dan bisnis ikutannya tiada akan berhenti begitu saja. Bahkan akan semakin menggila dan semakin membuktikan ramalaran futurulog Alfin Toffler, bahwa pemegang kendali dunia saat ini dan di masa datang adalah tekonologi informasi. Dan itu dapat dilihat dari ujud nyata konvergensi demo konvergensi yang terjadi di dunia teknologi informasi itu sendiri.
    Budaya padang dengar makin praktis, hanya seujung jempol. Puluhan layanan dapat dihandle hanya dalam satu perangkat. Seorang CEO cukup memimpin rapat sambil tiduran di kamarnya sementara peserta rapat yang lain mungkin sedang asyik menyantap sate madura di sebuah rumah mewah di Puncak Pass.
    Bukti bahwa masa depan teknologi dan bisnis komunikasi bergerak amat cerah dapat dilihat dari berbagai persaingan makin menggila antarvendor ponsel. Tiap vendor berusaha keras memenangkan pasar dengan menyuguhkan ponsel yang kian mendekati ‘selera’ pengguna.
    Di kawasan Asia Pasifik, oleh para vendor ponsel sudah dipatok sebagai wilayah pasar yang amat besar.
    Dalam setahun misalnya di China, diproduksi 40 juta ponsel oleh negeri tirai bambu itu. Artinya, para operator seluler diuntungkan dengan ikut menikmati pasar yang sedemikian besar.
    Belum lagi Korea dan Jepang, kedua negara itu juga berupaya keras menjadikan kawasan yang terbentang luas sepanjang samudera Pasifik hingg ke batas Samudra Hindia sebagai basis pasar potensial.
    Alasan lain untuk mengatakan bahwa teknolgi komunikasi bergerak akan menjadi tumpuan bisnis telekomunikasi masa depan adalah makin tingginya mobilitas orang. Kantor-kantor seperti akan dibuat mobile. Para eksekutif senantiasa bergerak dari satu titik ke titik yang lain. Dan selama 24 jam mereka tidak pernah lepas dari jalinan komunikasi dengan induk bisnisnya.
    Telekomunikasi dengan kabel hanya akan menjadi infrastruktur kedua kalau tidak bisa dikatakan sebentar lagi ia akan ditinggalkan.
    Langkah luar biasa yang diambil oleh PT Telkom misalnya dengan masuk ke teknologi bergerak lewat Flexi adalah satu bukti mereka tidak mau kelak disebut sebagai operator yang ketinggalan sepur.
    Lalu apa yang masih jadi obsesi peminat teknologi informasi terutama untuk layanan teknologi komunikasi bergerak?
    Seperti satu dasawarsa terakhir di Indonesia, booming internet. Orang tiba-tiba menjadi amat doyan mengakses internet. Para pebisnis meliriknya sebagai sebuah peluang. Bisnis online menjamur. Sementara jara pertelekomunikasian yang menyediakan infrastruktur berusaha membentangkan ‘jalan raya’ paling mulus untuk lalulintas data internet.
    Maka ketika itu sudah sampai ke titik dimana kepuasan mulai dipertanyakan, publik mengambil kesimpulan, bahwa infrastruktur saja belumlah cukup bagi perkembangan TI di Indonesia. Diperlukan penyedia content yang dapat memberikan kepuasan pada birahi dunia maya. Situs online boleh berdiri di berbagai kota, tapi orang butuh sajian isi yang paling lengkap, paling baru, paling dalam, paling cepat dan paling indah.
    Dunia teknologi komunikasi bergerak kurang lebih seperti itu. Pada saat sekedar bercakap, ber –SMS- ria, bertukar foto dan video sudah dirasakan, publik juga kian menuntut lebih. Operator seluler yang menyediakan banyak fitur online yang bisa diakses dari ponsel kian mendapat tempat di hati pengguna. Yang hanya sekedar melayani halo-halo dan SMSan mulai ditinggal.
    Bagi oeprator di Indonesia, inilah yang mestinya jadi pusat perhatian disamping terus memperbaiki kualitas layanan. Kemajemukan layanan sekaligus kelengkapannya amatlah menjadi dambaan banyak orang.
    Perhitungan-perhitungan tarif yang makin longgar dan berpihak kepada pengguna akan menjadi senjata ampuh memenangkan persaingan antaroperator. Fitur yang makin banyak dan harga yang juga kian masuk akal akan menjadikan vendor ponsel menggungguli pesaingnya. Sementara topografi Indonesia yang bergunung-gung dan berpulau-pulau makin menjauhkan impian kita bahwa sesama rumah terhubung oleh kabel telepon. Jalan keluarnya, teknologi komunikasi nirkabel dari bentuk apapun sangatlah tepat.
    Bos PT Ericsson Indonesia, Mats Bosrup belum lama ini menyebutkan bahwa Indonesia di mata dia betul-betul dijadikan sebagai pasar yang potensial. Ia menyebutkan bahwa membidik 80 persen penduduk yang masih belum tersentuh layanan komunikasi bergerak adalah sebuah kesia-siaan kalau tidak digarap serius.
    Ia mengatakan selama 2004 saja pertumbuhan pelanggan komunikasi bergerak meningkat lebih 80 persen.
    Dengan fakta-fakta tersebut tidak ada satu alasanpun untuk mengatakan bahwa masa depan teknologi bergerak bukan sebuah teknologi sekaligus bisnis yang berpeluang besa. Kondisi-kondisi Indonesia yang tidak terbentang pada satu benua yang luas seperti Amerika atau China semakin menguatkan alasan bahwa hanya teknologi komunikasi bergeraklah yang akan dapat menghubungkan masing-masing penduduk.
    Bisnis, informasi, arus uang, komunikasi pemerintahan, birokrasi, pendidikan, pertahanan keamanan, semuanya kelak akan menyisihkan banyak anggaran untuk keperluan teknologi komunikasi bergeraknya. (eko yanche edrie)

Iklan

Mei 5, 2006 - Posted by | TI

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: